Stadion GBLA/net

rmoljabar Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung mengaku serius mengupayakan penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Untuk itu, Distaru mengajukan pengkajian kembali ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Hari ini dari Distaru sudah ke Puskim. Kita menyampaikan langsung surat permintaan untuk pengkajian Stadion GBLA,” ucap Sekretaris Distaru Kota Bandung, Agus HIdayat, ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (24/2).

Stadion GBLA sendiri, papar Agus, sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada 2015 silam. Dalam SLF, stadion kebanggaan warga Jawa Barat tersebut pun dinyatakan layak digunakan dalam jangka waktu 10 tahun.

Menurutnya, jika masa berlaku SLF berakhir maka pemilik gedung bisa kembali mengajukan permohonan perpanjangan SLF. “Kita masih punya catatan yang dahulu, kalau dari 2015 itu berarti sampai 2025. Itu bisa dipakai,” tegasnya.

Kendati demikian, Pemkot Bandung ingin memastikan kembali perihal kelayakan Stadion GBLA. Hal tersebut, kata dia, seiring dengan upaya Pemkot Bandung yang mendorong agar Stadion GBLA bisa menggelar pertandingan resmi.

“Jadi kita ingin cek lagi kelayakan bangunan itu. Apakah memungkinkan atau tidak. Waktu itu juga mereka menyampaikan 10 tahun. Kalau pun sekarang ada itu berarti harus ada hasil kajian lagi,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here