Ilustrasi/Net

rmoljabarKampanye virtual dengan mengandalkan media sosial (medsos) pada Pilkada 2020 tidak akan efektif untuk diterapkan diwilayah Kabupaten Bandung karena faktor geografis.

Demikian disampaikan calon bupati (cabup) Bandung yang akan diusung PDIP Yena Iskandar Masoem saat dihubungi wartawan, Jumat (26/6).

“(Kondisi) Kabupaten Bandung belum memadai untuk menerapkan sistem itu tidak seperti daerah tetangga Kota Bandung,” ujar Yena.

Luas wilayah serta ada daerah di Kabupaten Bandung yang berlokasi di dataran tinggi, kata Yena, menjadi hambatan masyarakat mengakses kampanye secara virtual itu.

“Makanya kami tetap ingin kampanye langsung dengan protokol kesehatan yang ketat, karna masyarakat pasti berharap bertemu dengan calon pemimpin,” ucapnya.

Selain menerapkan protokol kesehatan, lanjut Yena, jika dirinya resmi menjadi calon di Pilkada akan membatasi kunjungan dan jumlah masyarakat yang dapat ditemui.

“Ya menyesuaikan dengan skenario dan kebijakan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) yang ditetapkan. Intinya tidak ada alasan tidak bertemu masyarakat,” tandas Yena.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here